kemana

kemana

Minggu, 24 Maret 2013

tidak tau berterima kasih

berkata layaknya seorang penguasa yang meracuni segala benak pikiran manusia, menikmati hidup diatas penderitaan orang lain, menjadikan diri sebagai manusia yang sangat berkuasa layaknya dirinya adalah tuhan yang senantiasa merusak segala kedamaian yang ada.

mengalir dengan darah yang kotor, merasuki benak dalam jiwa yang senantiasa selalu merusak jalan kedamaian menjadi setan angkara murka dalam benak manusia.

mereka yang berkuasa itu tak pernah merasakan apa yang dirasakan para penghuni tanah ini, mereka hanya bisa berbicara layaknya mereka pemilik daratan itu. langit menjadi hitam pekat menghantui segenap raga yang telah merasa tertindas dengan keadaan yang mereka perbuat, hujan membasahi setiap kepala yang berada di daratan tersebut.

penguasa itu layaknya musnah di telan daratan itu